Selasa, 05 Juli 2011

Tujuh Tips Menunda Kematian


Apa yang diucapkan kebanyakan orang ketika mengucapkan selamat ulang tahun sebagai bentuk bentuk doanya? Pasti “selamat ulang tahun semoga panjang umur”. Benar. Tidak dipungkuri bahwa setiap orang menginginkan umur yang panjang. Umur yang panjang bisa diperoleh manusia karena jasmani yang sehat. Penyakit pun jarang mampir ditubuh. Apalagi penyakit yang sifatnya mematikan.
Kematian adalah hal yang sangat ditakuti oleh orang. Banyak alasan mengapa manusia takut mati. Mungkin karena belum siap diadili oleh Yang Maha Mencipkatan, mungkin juga karena masih ingin menikmati hidup di dunia. Apapun alasannya tidak ada yang salah. Maka berbagai upaya dikakukan orang untuk memerpanjang umur, alias menunda kematian.
Nah, ingin tau rahasia hidup sampai seratus tahun? Umur manusia memang ditentukan oleh Tuhan. Namun, menurut riset terbaru dari Denmark, mereka yang lahir setelah tahun 2000 punya kesempatanuntuk hidup sampai seratus tahun. Untuk Anda yang lahir sebelum tahun 2000, jangan putus asa karena sebenarnya kita juga bisa menambahkan panjang usia harapan hidup.
Genetik dan kemujuran memang berperan besar dalam panjang pendeknya usia seseorang. Namun, kedua faktor itu tidak bisa dikontrol. "Padahal, masih ada banyak faktor lain yang bisa kita kendalikan. Kuncinya adalah dengan melakukan hidup sehat," kata Walter Bortz II dari Stanford University. Misalnya saja mengurangi stres akan menambah usia hingga enam tahun atau terbiasa mengasup sayuran dan buah akan menambah usia lima tahun, dan masih banyak lagi.
Bertambahnya usia memang tidak bisa dihindari. Namun, menurunnya kesehatan bukannya tak bisa dihindari. Wujudkan cita-cita menunda kematian dengan hidup sehat sampai usia lanjut. Inilah tujuh tipsnya:
1.      Liburan berkala
Salah satu cara untuk terlihat lebih muda dari usia sebenarnya adalah dengan menyempatkan diri untuk berlibur. Kegiatan ini akan membuat tubuh dan pikiran Anda lebih rileks sehingga efek buruk stres tidak terjadi. Membiarkan ketegangan berkepanjangan sama saja dengan meletakkan jari Anda pada tombol "maju" pada remote control biologis Anda.
2.      Cukup tidur
Tahukah Anda, kurang tidur akan menyebabkan kesempatan sel-sel tubuh untuk memperbaiki diri berkurang. Aturlah waktu tidur 6-7 jam setiap malam. Kebiasaan ini konon akan menambah usia Anda dua tahun lebih panjang.
3.      Buah dan sayur segar
Penelitian yang dilakukan di beberapa tempat yang populasi penduduknya berumur panjang dan dalam keadaan sehat, seperti di Okinawa (Jepang) atau daerah Hunza (Pakistan), menunjukkan bahwa mereka rutin mengonsumsi buah dan sayuran segar. Mereka juga membatasi konsumsi lemak, gula, dan garam.
4.      Olahraga
Nasihat ini memang klise, tetapi harus diakui bahwa olahraga terbukti membuat tubuh lebih bugar dan sehat. Mereka yang terbiasa berolahraga sejak muda akan hidup sampai lanjut usia dengan energi dan gairah hidup luar biasa.
5.      Miliki hobi
Pertajam otak Anda dengan melakukan kegiatan yang menyenangkan. Beberapa jenis permainan juga terbukti akan mengasah otak. Misalnya bermain catur atau bermain video games Tetris. Penelitian yang dilakukan di Meksiko menunjukkan bahwa bermain Tetris 30 menit setiap hari akan menunda kerusakan otak.
6.      Berbuat baik
Berbuat baik janganlah ditunda-tunda. Sebuah penelitian menunjukkan, mereka yang punya kebiasaan berbuat baik kepada sesamanya kebanyakan bisa mencapai usia lebih dari 80 tahun. Penelitian lain menunjukkan, kegiatan sosial akan menyeimbangkan kesehatan fisik dan jiwa.
7.      Lebih banyak bergembira
Bergembira lah dan hidup lebih lama! Satu kajian atas lebih dari 160 studi mengenai hubungan antara kondisi positif otak dan seluruh kondisi kesehatan dan umur panjang telah menemukan "bukti jelas dan mendesak" bahwa orang yang lebih gembira menikmati kesehatan yang lebih baik dan hidup lebih lama. Nyatanya, bukti yang mengaitkan penampilan bergairah dan kenikmatan hidup dengan kesehatan lebih baik dan umur lebih panjang ternyata lebih kuat bahkan dibandingkan dengan kaitan kegemukan dengan berkurangnya usia, demikian isi kajian Applied Psychology: Health and Well-Being. Kajian tersebut meneliti delapan jenis berbeda studi jangka panjang dan percobaan pada populasi hewan serta manusia. Misalnya, 5.000 mahasiswa yang diteliti selama lebih dari 40 tahun membuktikan kebanyakan mahasiswa yang pesismistis cenderung meninggal dalam usia lebih muda. Menjalani hidup dengan selalu optimis sejalan lurus dengan pikiran yang selalu positif dan hati yang selalu bergembira.
Sebelum dan setelah membaca tujuh tips menunda kematian tadi, saya yakin Anda masih tidak menginginkan kematian segera menghampiri Anda. Maka, jangan Anda tunda hal yang paling mudah dilakukan dari sekian tips tersebut. Lakukanlah, dan kematian akan menunda kehadirannya pada diri Anda. 

Sabtu, 18 Juni 2011

PUISI #1

ANGGUR UNTUK SANG DEWI

Tenggakkan anggur itu pada dadaku
Yang telah memburu bara
Agar bisa kudengar desis siraman anggur diatas panas tungku
Desir yang menjadi penagihan ajaib
menjadikan aku wanita berpualam
laksana Dewi Ratih yang hinggap dikesetian cinta
membujur kaku untuk mendampingi Kamajaya
laksana Dewi Ratnadewati yang gagah karena cinta
merentangkan busur demi Senopati yang perkasa

AIR GILA

Air Gila

Jika ada yang bilang pengalaman adalah guru yang terbaik, nampaknya saya pribadi menyatakan antara kurang setuju dan setuju. Kurang setuju karena terkadang pengalaman pribadi mampu menghadirkan suatu trauma tersendiri bagi si pelaku jika salah dalam menyikapinya. Setuju karena pengalaman adalah guru yang paling jujur dan demokratis di dunia. Misalnya, suatu pengalaman sakit perut yang amat sangat karena menahan kelaparan. Pengalaman tidak akan berbohong pada perut bahwa dalam keadaan lapar perut terasa sangat kenyang. Demokratis, siapapun yang mengalami pengalaman hidup entah kesedihan atau kesenangan berhak secara bebas menafsirkan dan mengambil hikmah dari kejadiaan. Mau mengambil hikmah dari sisi buruknya atau sisi baiknyakah atau kedua-duanya bahkan tidak kedua-duanya sah-sah saja tanpa ada yang melarang. Tidak ada yang akan menilai kita dengan mengatakan benar atau salah dan memberi nilai numerik segala sesuatu yang kita tafsirkan.
Kembali berbicara tentang pengalaman, saya mempunyai beberapa kisah menarik dari sekian pengalaman yang tidak pernah saya hitung jumlahnya. Kali ini tentang kisah dengan salah satu benda cair ciptaan Ilahi yang sangat mempengaruhi hidup saya hingga sekarang. Air. Semua makhluk hidup pasti sangat cinta dengan satu benda ini. Sumber kehidupan yang sifatnya sangat istimewa. Mandi, minum, dan segala aktivitas lainnya tidak dapat lepas dengan benda kesayangan umat ini. Tapi bagaimana kalau pengalaman saya dengannya mampu menghantarkan pada peregangan nyawa, antara keberuntungan dan kesialan, hidup dan mati. Beginilah kisah yang kuberi judul “air gila”. Mengapa kuberi nama seperti itu, karena atas nama imajinasiku sendiri yang begitu bergairah. Tidak ada yang akan boleh menyalahkan, termasuk Anda yang saat ini sedang membaca tulisan ini.
Kejadian ini terjadi ketika aku masih berumur kira-kira empat tahun. Saat itu aku belum pernah merasakan bernyanyi bersama di runag kelas dan bermainan ayunan di lapangan inpres, aku belum sekolah TK. Seperti biasa, pagi itu aku dihampiri teman-teman sejawat utnuk bermain bersama, tapi belum sampai lama kita puas bermain, hujan turun sangat lebat. Niat para anak kecil untuk bermain di luar pun kembali urung tatkala melihat cuaca yang sangat buruk. Beberapa jam kemudian yang diharapkan pun terjadi, hujan reda. Langsung berpamitan pada ibu yang kebetulan tengah sibuk mengepel karena bekas rintikan air hujan yang masuk teras tanpa permisi. Ibu mengiyakan, dengan syarat tidak boleh main ke sungai karena arus sungai yang lumayan deras dan tepian yang begitu licin sangat berbahaya. Aku asal anggukan kepala saja dan bergegas keluar rumah.
Sudah bosan bermain di halaman tetangga, kami berencana ke sungai untuk mencari daun kumis kucing. Semua terjadi tanpa rencana. Tiba di pinggir sungai, masih ingat betul kala itu posisi kami di tepi bagian utara. Aku yang berada di posisi paling depan memimpin barisan untuk menyeberang sungai. Arusnya lumayan deras, tapi kami tetap nekat saja. Belum sampai ke tengah sungai batin si keci-kecil ini takut dan berniat kembali ke tepian utara. Balik badan dan menuju kembali ke tempat semula. Otomatis posisiku sekarang berada di paling belakang. Tidak disangka kakiku yang mungil terpeleset batu dan tubuhku terhembas arus. Mengalir begitu saja di kedalaman air. Ironisnya temanku tidak menyadarinya. Beberapa meter dari tempat kejadian ada tetanggaku yang kebetulan di pinggir sungai. Untungnya dia menyangka rambutku yang timbul tenggelam itu adalan tas kresek yang hanyut. Dijambak olehnya rambutku yang dikira tas kresek itu, dan aku langsung mendengar suara orang menjerit histeris,”Lailahailallah…!Ini anak orang!
Begitulah cerita masa kecilku yang hingga sampai saat ini kurasakan dampaknya. Aku trauma pada air. Tapi jangan salah, takut air bukan lantas tidak mandi sama sekali. Dalam keadaan air yang tertentu saja aku terkadang sangat takut. Merasa gulungan ombak laut dan arus sungai kadang-kadang seperti menari-nari geli dan menghinaku. Genangan air kolam yang diam saja itu terasa ada sesuatu di dalamnya, seperti benda-benda aneh yang suka menarik-narik kaki yang terjun di dalamnya. Makanya kisah ini kuberi nama “air gila”. Kadang juga penamaan ini kurasa aneh. Airnya yang gila atau akunya yang…. Entah lah. 

Jumat, 17 Juni 2011